KH. Marzuki Mustamar: Umat Islam Jangan Berlebihan

KH. Marzuki Mustamar

Meski penganut agama Islam di Indonesia merupakan yang terbesar, namun sebagai umat muslim hendaknya bisa hidup berdampingan dengan penganut agama lain, sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, tentram dan saling menghormati. Umat muslim sebaiknya tidak terlalu berlebihan dalam penampilannya agar tidak menimbulkan konflik-konflik baru.

Hal itulah yang disampaikan dan ditekankan oleh Ketua PC NU (Nahdlatul Ulama) Kota Malang, KH. Marzuki Mustamar kepada umat Islam di hadapan kepala SKPD, Camat, Lurah dan pejabat pemkot lainnya saat peringatan maulid Nabi Muhammad Saw di masjid Baitur Rohim Balaikota Malang, Senin (13/02).

Ketua PC NU Kota Malang, KH. Marzuki Mustamar saat memberikan tausiyah

Yang dimaksud penampilan berlebihan itu, kata dia, seperti halnya penggunaan jubah dan atau cadar oleh beberapa penganut agama Islam, serta menggunakan dalih jihad yang tidak sesuai dengan tuntunan agama. “Tindakan tersebut tidak dibenarkan oleh ajaran agama Islam, karena banyak merugikan pihak lain,” ujarnya.

“Mari kita tauladani sikap dan perbuatan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Saling menghormati sesama, selalu qonaah, tidak sombong, dan lain sebagainya. Pada intinya, hubungan dengan sesama umat manusia dan juga kepada Allah SWT harus berimbang, sehingga tercipta suasana kehidupan yang kondusif,” sambungnya.

Kalau umat muslim selalu berbuat atau bertindak kekerasa, lanjut dia, maka situasi seperti ini akan dimanfaatkan oleh umat lain. “Salain tidak dibenarkan oleh ajaran Islam, bentuk-bentuk kekerasan seperti pengeboman tidak akan mendapat simpati masyarakat. Jihad atau berjuang demi agama tidak harus melalui kekerasan, tapi masih banyak cara lain yang lebih arif dan bijaksana,” imbuhnya. (say/dmb)