BHR Bahas Jadwal Imsakiyah Khusus Kota Malang

Blimbing- Untuk membantu masyarakat di Kota Malang agar bisa lebih khusyuk dalam menjalankan puasa di bulan Ramadahan, Badan Hisab Rukyat (BHR) Kota Malang terus melakukan koordinasi. Di antaranya dengan melakukan rapat penyusunan jadwal imsakiyah Ramadhan, di Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Jalan R. Panji Suroso, Senin (2/7).

Koordinasi Tim Badan Hisab Rukyat Kota Malang di Kantor Kemenag, Senin (2/7)

Peserta rapat koordinasi Tim Badan Hisab Rukyat di Kantor Kemenag tersebut berasal dari perwakilan dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, KUA (Kantor Urusan Agama), Pengadilan Agama, Bagian Kesra Pemkot Malang, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, Anggota Badan Hisab Rukyat Jawa Timur, serta Akademisi dari Unisma (Universitas Islam Malang) dan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Dalam pertemuan ini dibahas jadwal Imsakiyah yang garis besarnya sudah dibuat oleh MUI, Kemenag dan LPITI – Unisma.

Kasi Urais (Urusan Agama Islam) Kota Malang, H.A Wasi’an mengatakan, koordinasi kali ini dilakukan untuk menentukan Jadwal Imsakiyah bulan suci Ramadhan. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan masyarakat semakin nyaman dan mantap dalam melakukan ibadah puasa.

“Jadwal penentuan kapan mulai puasa, imsakiyah, tadi sudah disepakati bersama. Dua hari lagi akan kami bagi bagikan ke masyarakat,” ujar Wasi’an, Senin (2/7).

Sebelum disepakati bersama, ada tiga jadwal yang dijadikan rujukan tim BHR Kota Malang. Jadwal imsakiyah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), jadwal dari Lembaga Pengkajian Ilmu, Teknologi dan Islam (LPITI) Unisma Kota Malang, dan Kemenag.

Dari tiga jadwal yang dikeluarkan oleh Kemenag, MUI dan Unisma imsakiyah Ramadhan dimulai 20 Juli. Dari jadwal itu juga diketahui jadwal waktu sholat, khusus untuk Kota Malang. Sempat terjadi diskusi tatkala ada perbedaan data dari ketiga jadwal yang dijadikan rujukan. Permasalahan tersebut, timbul karena ada perbedaan pendapat mengenai ikhtiyat (kehati-hatian) dalam memberikan tenggang waktu untuk sholat dan imsak (waktu menjelang Shubuh sebagai tanda dimulainya puasa_red). Perbedaan antara lain juga disebabkan penghitungan yang mengabaikan ketinggian Kota Malang di atas permukaan laut (dpl). Setelah mendapatkan argumen dari masing-masing sumber, akhirnya diperoleh titik temu dan disepakati jadwal dengan berita acara yang ditanda tangani oleh seluruh peserta rapat.

Jadwal tersebut nantinya akan segera dipublikasikan ke berbagai masjid dan media massa oleh Kantor Kementerian Agama Kota Malang agar bisa menjadi rujukan umat Islam di Kota Malang.

“Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan bisa menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Sehingga masyarakat di Kota Malang bisa semakin khusyuk dalam menjalankan ibadah,” pungkas Wasi’an. (cah/dmb)

Sumber : http://mediacenter.malangkota.go.id/?p=14889